Home

Studi-Konseling

KP

follow me on twitter

Belajar Konseling

"Studi itu Investasi Mendahului Promosi Ilahi."

(Prof. T. Ndraha)

 Info lengkap belajar konseling, klik di sini

App-Store-logo

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday273
mod_vvisit_counterYesterday823
mod_vvisit_counterThis week2517
mod_vvisit_counterLast week6105
mod_vvisit_counterThis month1867
mod_vvisit_counterLast month37155
mod_vvisit_counterAll days1201254

free counters

 
Belajar dari Penghapus PDF Print E-mail
Articles - Pengembangan Diri
Written by Julianto Simanjuntak   

meilun

Salah satu alumni Program Konseling Jaffray bu Meily, adalah sosok pembelajar. Dia mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan, mengikuti jejak orangtuanya yang juga Guru. Pagi tadi kami menikmati persekutuan dan reuni di Kampus STT Jaffray Makassar, juga mendiskusikan program Sertifikasi Konsor Pelikan Indonesia.

Sebagai lulusan Program Konseling STT Jaffray Makasar, istri dari Pak Lunanta ini bergelut juga di ladang konseling terutama mendampingi para Napi di Lapas Khusus Narkoba Makassar. Ladang pengabdian ini dia tekuni berkat dorongan sahabatnya Jenderal (Purn) Gorys Mere yang dikenal di lingkungan BNN.

Ibu dari dua anak dan Oma dari dua cucu ini menikmati hari-hari hidupnya dengan 'filsafat penghapus'. Meily sudah lebih 30 tahun lebih mengoleksi penghapus yang jumlahnya ribuan. Dia kumpulkan baik dari dalam maupun luar negeri. Pada tahun '80 ia mengajarkan anak sulungnya yang masih berumur balita, bahwa hidup perlu seperti penghapus. Mampu menghapus setiap kenangan negatif, belajar menghapus bagian yang perlu tidak dihapus, dan menyisakan yang perlu. Belajar mengingat hal-hal yang baik saja. Meski tidak mudah, tapi bisa dipelajari.

Saya teringat definisi Webster tentang memaafkan: "Mengingat tapi tidak merasa sakit". Menjadi pribadi pemaaf adalah seni menikmati hidup bahagia. Penghapus mengajarkan nilai filosofis tentang pentingnya menghapus kesalahan orang lain.

Meily menikmati selama 30 tahun lalu menjadi pengoleksi penghapus, yang sebagian masih utuh tersegel lengkap dengan harganya. Penghapus mengingatkan dia pentingnya menjaga persahabatan. Sebab dengan pertemanan banyak hal hidup ini tetap eksis. Dia menceritakan pada penulis, teman-teman kecilnya 40 tahun lalu kini menjadi orang besar dan berguna di dunia pemerintahan, anggota dewan, Direktur pelbagai perusahaan, dsb. Dengan belajar mengingat hal yang baik dan menghapus kenangan negatif, persahabatan itu menjadi langgeng sampai saat ini. Itulah yang dialami wanita yang pernah terpilih menjadi salah satu perempuan paling inspiratif di Propinsi Sulawesi selatan.

Selain aktif mengajar di Komisi Sekolah Minggu di GKI Makassar, Meily juga aktif menjadi Ketua Umum dari Majelis Pendidikan Kristen (MPK) untuk Propinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara. Tapi dari semua jabatan yang disandang, Meily sangat menikmati menjadi ibu rumahtangga. Menjadi pendamping bagi suaminya, dan menjadi Ibu serta oma bagi kedua cucunya. Semoga berguna.

 

 

Julianto Simanjuntak
Twitter @DrJSimanjuntak dan @KonselingSuper

 

JADWAL KULIAH S2 Konseling
1. Tatap muka sebulan sekali (2 hari: Sabtu dan Minggu)
2. Block Teaching : kelas intensif dua minggu/semester

Klik http://konselingjaffray.wordpress.com/jadwal-kuliah-2014-2015/

 
Merekayasa Lingkungan Anak PDF Print E-mail
Articles - Parenting
Written by Julianto Simanjuntak   

"Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya,
orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman."
(I Timotius 5:8)

Perkataan ini keras. Orang yang tidak merawat keluarganya lebih buruk dari ateis, dan identik dengan orang murtad.

Read more...
 
Belajar Konseling PDF Print E-mail
Articles - Pengembangan Diri
Written by Julianto Simanjuntak   

"Studi itu Investasi Mendahului Promosi Ilahi."
Itulah ungkapan sangat inspiratif dari alm. Prof. Dr. Taliziduhu Ndraha, yang mendorong saya studi lanjut di bidang Konseling. Tahun 1996 saya merasa ilmu di S1 sudah "kadaluwarsa" sementara tuntutan pelayanan di masyarakat membutuhkan skill dan pengetahuan yang baru.

Read more...
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 1 of 95