NIKMATNYA MENANGIS

Published on 17 June 2019

Menangis adalah seni yang perlu kita pelajari agar bisa menikmati rasa dukacita dengan baik. Hanya orang yang cakap bersedih hati tahu arti kesenangan dan kebahagiaan. Seperti Sabdanya, berbahagialah kamu yang menangis” Air mata diciptakan Tuhan dalam tubuh kita untuk membersihkan jiwa, sekaligus menyegarkan dari polusi masalah sesehari. Air mata kita refill, tak pernah habis alias selalu tersedia setiap hari. 5 manfaat menangis:

1. membuat kita lebih sadar akan peristiwaperistiwa di sekitar. Salomo menulis, “Lebih baik ke rumah duka daripada ke rumah pesta.” Lewat kesedihan kita sadar ada sesama yang juga punya kesedihan atau masalah yang sama dan membutuhkan kita.

2. berduka membuat kebahagiaan kita sempurna. Salomo menulis: Ada waktu untuk berduka ada waktu untuk bersuka. Menangis membuat bandui hidup kita terayun sempurna. Hidup menjadi lebih berwarna. Kebahagiaan yang sejati adalah menikmati kesenangan dan kesedihan secara seimbang.

3. bersedih membuat kita lebih manusiawi. Lebih cakap berempati terhadap kesedihan orang lain. Dengan bekas kesedihan kita kelak bisa menghibur sesama dengan penghiburan yang pernah kita terima. Kita dimampukan menangis dengan orang yang menangis, dan bersukacita dengan orang yang bergembira.

4. pengalaman menangis mendidik kita menjadi pribadi yang lebih baik, kuat dan tegar. Tidak cengeng. Menangis adalah bagian disiplin diri, yang awalnya memang mendatangkan duka, namun akhirnya menghasilkan kelegaan. Bukan hanya itu saja, dan kehilangan dan kedukaan membantu kita mengingat kekekalan bukan hanya yang sementara.

5. Menangis adalah sarana katarsis yang baik dan melegakan. Kita hanya perlu sahabat, tempat kita berbagi duka. Saat hati Anda remuk dan patah, menangislah. Menangis itu sehat, menjadi sarana
membersihkan jiwa kita. Pemazmur pernah secara puitis menggambarkan bahwa Allah itu menghitung dan menampung air mata, dan selalu hadir dalam semua kesedihan kita. Air mata adalah anugerah istimewa bagi manusia, agar bisa berduka. Sebab dengan menangis kita merasa lega. Dengan menderitalah kebahagiaan kita menjadi sempurna. Sebab kebahagiaan sejati adalah mengalami kesenangan dan penderitaan secara seimbang.

Itu sebabnya, kita perlu menghargai mereka yang membuat kita menangis, berterima kasih dan bukannya marah-marah atau kecewa. Sebab mereka dipakai Tuhan menyadarkan kita sebagai mahluk yang lemah dan membutuhkan anugerah

Julianto Simanjuntak
Karawaci, 170619
LEMBAGA KONSELING KELUARGA KREATIF (LK3)