DETOX EMOSI

Published on 18 December 2018

Detoks merupakan proses mengeluarkan racun yang terdapat pada tubuh manusia. Detoksifikasi tubuh dilakukan agar kondisi organ tubuh kembali normal, sebab setiap hari organ tubuh manusia bekerja dan terkadang harus terkendala oleh adanya toksin (racun) yang terbawa oleh makanan yang sehari-hari kita konsumsi, terutama makanan tidak sehat. Itu detoks untuk tubuh.

Hal yang sama emosi kita perlu di detoksifikasi secara rutin. Terutama dari emosi negatif harian seperti marah, sedih dan kecewa. Tidak ada yang salah dengan marah, sedih atau perasaan kecewa. Tapi kalau tidak dikeluarkan, alias menumpuk bisa menjadi racun. Gangguan paling umum bagi mereka yang biasa menyimpan emosi negatif adalah gangguan psikosomatis. Psikosomatis adalah penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor emosi negatif, seperti kemarahan, kekecewaan dan kecemasan.

Read more...
 

Parenting Tips

Published on 31 October 2018

Tidak sedikit orangtua, baik ayah maupun ibu sebenarnya tidak siap menjadi orangtua. Emosi yang tidak dewasa membuat mereka tidak siap menjadi Ayah atau Ibu bagi anak mereka. Inilah sumber utama konflik antara Orangtua-anak.

Prof Ndraha pernah berkata, "sesungguhnya tidak ada anak yang sulit, yang ada ialah orangtua yang sulit. Kesulitan mengasuh anak-anaknya".

Ungkapan ini mengingatkan kita jangan mengkambinghitamkan anak jika ada masalah dalam mengasuh mereka. Orangtua suka memberi label "kenakalan remaja", lupa bahwa sumbernya adalah mereka sendiri.

Read more...
 

PENGAMPUNAN BERISIKO

Published on 18 July 2018

"Jangan (asal) maafkan, jika hal itu hanya membuat orang tersebut mengulangi terus perbuatannya" ~Dr. Julianto Simanjuntak ~

Umumnya kita pernah konflik dan terluka. Namun sebagian kita  yang terluka tidak tahu bagaimana cara terbaik menangani luka atau memaafkan. Ada yang mengabaikan atau menekannya. Ada juga yang melampiaskannya begitu saja.

Bagi Anda yang mengampuni dengan cara yang sembarangan jelas berbahaya. Sebab pengampunan seperti ini menghambat seseorang untuk bertobat. Dia akan terus mengulangi perbuatannya.

Ada beberapa contoh ungkapan pengampunan berisiko:

a. “Ohh Tidak apa-apa”.
Ini adalah sikap menyetujui perbuatan yang salah atau menyangkal bahwa ada kesalahan.

Read more...
 

Page 1 of 18