ALASAN MENJADI KONSELOR

ALASAN MENJADI KONSELOR

Published on 11 September 2017

ALASAN MENJADI KONSELOR
Julianto Simanjuntak

1. Saya besar dalam keluarga pecandu narkoba. Orangtua kami alkoholik dan Lima dari kami 7 bersaudara pecandu. Selain itu Papa dan Mama juga menderita depresi. Tergantung dengan obat penenang dan anti depresan. Sayangnya, tidak ada bantuan pastoral  dari pihak gereja. Keluarga kami menderita hingga belasan tahun. Saat mengambil studi konseling di UKSW Salatiga, saya menyadari ada ilmu Konseling  yang sangat baik membantu orang bermasalah dengan cepat. Lalu timbul perasaan geram, mengapa Pemimpin gereja tidak memanfaatkan ilmu tsb membantu jemaat. Akhirnya muncul satu keinginan yang sangat  kuat mendalami ilmu konseling sejak 1989.

2. Waktu mulai bekerja sebagai gembala tahun 1991, banyak jemaat mencari saya minta didengarkan tapi saya tidak mampu mendengarkan. Saya malu dan pingin tahu, dimana ada sekolah melatih saya mendengarkan. Sebab di seminari saya  hanya dilatih berkotbah.   Sementara itru saat menjadi Pendeta jemaat, Pernikahan kami  banyak konflik. Karena merasa munafik, saya memilih berhenti jadi gembala dan memutuskan studi S2 Konseling di STTRI Jakarta thn 1996. Di kampus kami mendapatkan layanan Konseling pribadi maupun kelompok. Juga lewat membaca buku dan menulis paper.

3. Lewat kuliah di STTRI Jakarta, saya membaca banyak jurnal, dan mendapatkan informasi bahwa negara kita darurat kesehatan mental. Menurut kementrian kesehatan ada  sekitar 30 juta mengalami gangguan jiwa, separuhnya depresi. Saya sadar dan mulai terbeban melayani mereka yang bermasalah dengan kesehatan mental. Tahun 1998 Tuhan menaruh beban dalam hati kami untuk berbuat sesuatu agar Konseling dikenal dan dipakai luas di seluruh Nusantara.

4. Selesai menamatkan dua program S2 (1996-2000) bidang Konseling dan sosiologi pastoral, saya bekerja di pusat Konseling Reformed after Care (RACE) di bawah gembala sidang Pdt Stephen Tong. Kami  menangani remaja dengan masalah adiksi narkoba dan depresi. Selama setahun bekerja di RACE tsb saya makin sadar banyak keluarga perlu pendampingan khusus. Tahun 2002 kami memutuskan memulai satu lembaga yang kami beri nama Layanan Konseling keluarga dan karir (LK3)

5. Karena Otoritas yang Yesus berikan. Yohanes 20:22-23 berkata:

Tuhan Yesus mengembusi murid-muridNya dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Banyak klien yang putus asa dengan masa lalu yg buruk, dengan rasa bersalah yang akut membutuhkan penegasan pengampunan Tuhan. Kami mendampingi korban sodomi, klien homoseksual, korban pelecehan seksual dan perkosaan, klien yang melakukan aborsi, pecandu, dsb: Melihat pemulihan klien secara nyata membuat kami kagum akan kuasa kasih Tuhan. Konseling adalah karunia rohani yang dibutuhkan dalam gereja.

6. Karier ini terasa menyenangkan. Sungguh memuaskan. Saya merasa bahagia karena dibutuhkan. Merasa berguna. Perasaan dibutuhkan adalah bibit rasa BAHAGIA. Banyak yang Mencari konselor tapi tidak banyak yang tersedia. Ada masa dimana saya tergoda meninggalkan profesi ini. Saat mau meninggalkan kerier sebagai konselor, saya dikuatkan kembali oleh Firman dalam Matius 28:18-20. Ayat ini berbicara bahwa Konseling merupakan bagian penting dari amanat agung. Amanat menginjil dan mengajar ditutup dengan amanat pendampingan "AKU MENYERTAI KAMU SAMPAI KESUDAHAN ZAMAN"

Yesus menitipkan satu tugas penting yakni mendampingi para murid yang lemah dan bermasalah kepada kita. Mereka bisa jatuh, dan butuh pertolongan.

7. Kami rindu mewariskan pusat Konseling dan kesehatan mental yang baik kepada anak cucu. Kami tidak tahu bagaimana nasib dan keadaan mereka. Tapi yang pasti pada saat ini sangat sulit menemukan pusat Konseling dan tenaga konselor di tanah air. Semoga 10-20 tahun yad sudah tersebar secara merata. Juga tenaga psikolog dan psikiater.

Akhirnya....

kami juga senang mendapatkan banyak teman baru, klien2 kami. Puas mengikuti pertumbuhan para mahasiswa yang kini tersebar di pelbagai kota di tanah air. Mempersiapkan mereka meneruskan visi kami, membuka pusat2 Konseling di seluruh tanah air.

Salam Konseling

Julianto Simanjuntak

Layanan Konseling keluarga dan karir (LK3)

Naskah Pidato pembukaan Rumah Konseling Bali, 15 Ags 2017