MENCINTA HINGGA TERLUKA

Published on 10 January 2018

"Memaafkan adalah pintu perdamaian dan kebahagiaan. Pintu itu kecil, sempit dan tidak dapat dimasuki tanpa membungkuk." 

Memaafkan berarti kita memilih untuk membebaskan lawan. Memaafkan juga berarti kita menyerah pada tuntutan kita sendiri, siap diperlakukan tidak adil serta siap terluka dan siap dikecewakan. 

Oleh karena itu, memaafkan membutuhkan skill atau ketrampilan mengolah hati, emosi, dan pikiran kita. Ini tidak pernah langsung sekali jadi. Butuh proses.

Pengampunan juga berarti memberi orang lain kesempatan yang kedua.

Membalas yang jahat dengan jahat. Itu adalah tendensi manusia pada umumnya. Kuasa benci mirip dengan cinta. Ada kuasa negatif yang mendorong kita ingin melakukan hal yang jahat, atau memikirkan atau mengharapkan agar terjadi hal yang buruk pada orang yang kita benci tadi. Ini tentunya mengambil sebagian energi kita, dan lama-kelamaan merusak emosi dan pikiran kita.

Kebencian dan kemarahan yang tersimpan bisa menimbulkan banyak akibat buruk, termasuk berbagai penyakit dalam tubuh kita.

ALASAN MEMAAFKAN

Roma 3 : 10-23. Lewat ayat ini  kita menemukan alasan memaafkan.

Kita akan menemukan betapa kotor dan najisnya hidup kita. Ketika bertemu dengan kekotoran itu, anda jauh bisa lebih mengerti kejahatan dan perbuatan orang lain. 

Jadi, belajarlah menghitung dosa sendiri, dan belajar berkata seperti Rasul Paulus, "di antara orang berdosa, akulah yang paling berdosa."

TAHAPAN MEMAAFKAN

Ada lima tahap penting dalam proses kita mengampuni orang lain.

Pertama, adalah kemampuan menyadari dan menerima rasa sakit hati kita akibat perbuatan orang lain. Jangan menolak, menyangkal atau menganggap remeh sakit hati anda itu.

Kedua, cobalah memahami alasan orang itu menyakiti hati anda. Mengampuni hanya akan terjadi bila kita mengulurkan tangan kita kembali kepada pihak yang bersalah. Berusaha melihat nilai-nilai baik yang ada pada orang yang melukai kita.

Ketiga sadarilah bahwa ada kalanya anda tidak sanggup memikul akibat itu sendirian. Anda perlu membagikan kesusahan dan penderitaan anda pada seseorang yang anda percayai.

Dengan kesadaran ini akan muncul kekuatan dan kemauan untuk membangun kembali hubungan dengan orang yang sudah melukai kita. Pengampunan berarti kita membuka dan membangun kembali hubungan yang sudah rusak dan retak tadi.

Keempat, kadang juga timbul kemarahan. Kita tidak mau menjadi korban dari kesalahan orang lain.

Tahap kelima adalah, anda mulai menerima kenyataan anda terluka dan harus menghadapi secara riil. Pada tahap ini anda berusaha menjadi pribadi yang tetap bahagia meski mengalami kesusahan akibat ulah orang lain.

Satu hal yang kita syukuri adalah bahwa pengalaman terluka ini akan membuat kita punya kekuatan untuk menghadapi luka yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Beberapa Langkah Praktis Untuk Memaafkan:       

  1. Mengakui kebutuhan anda untuk disembuhkan.
    Bagi banyak orang hal ini bukan masalah, tetapi jika kita terluka dan tidak mengakui, maka jelas tidak ada tempat untuk pertolongan. Mengakui kebutuhan kita merupakan suatu tanda kesehatan mental yang baik dan bukti sikap yang jujur. 
    Mulailah bersikap jujur dengan Allah, kemudian cari teman yang bisa mengerti keadaan anda. Kejujuran akan mendatangkan kasih karunia Allah dalam hidup kita.
  2. Mengakui emosi yang negatif.
    Beberapa di antara kita mengarungi kehidupan dengan mengumpulkan emosi yang negatif. Kita tidak diajarkan bagaimana mengenali atau mengkomunikasikan perasaan kita sehingga kita menimbun kemarahan, kekecewaan, ketakutan, kepahitan dan emosi negatif lain sejak kanak-kanak. 
    Kita menyimpan emosi negatif yang satu di atas yang lain, sama seperti menumpuk sampah. Proses penimbunan emosi ini menghasilkan akibat yang tragis. 
    Emosi itu sendiri bukanlah dosa. Emosi dapat menghasilkan sikap berdosa jika diarahkan dengan cara yang negatif kepada Allah, diri sendiri, dan orang lain. Untuk memutuskan lingkaran penindasan emosi mintalah Allah untuk memberi Anda kesempatan mengungkapkannya kepada orang yang mengerti anda dan memberikan dorongan untuk jujur dengan perasaan anda.
  3. Ingat tapi tidak sakit.
    Mengampuni bukan berarti melupakan kesalahan yang dilakukan seseorang terhadap kita. Memaafkan artinya ingat tapi tidak sakit.
    Mengampuni seringkali merupakan suatu proses dan bukan suatu tindakan 'sekali jadi'.
    Mengampuni berarti memaafkan orang untuk kesalahan yang telah diperbuatnya. Mengampuni berarti menunjukkan kasih dan penerimaan, meskipun disakiti.
    Pengampunan adalah membuat keputusan secara sadar untuk berhenti membenci karena kebencian itu sama sekali tidak ada gunanya. Kita terus mengampuni sampai rasa sakit itu hilang.
  4. Menjalani Prosesnya Menikmati Rasa sakitnya.
    Meski kita ingin memaafkan tapi tidak otomatis langsung sembuh. Semakin dalam lukanya, semakin besar energi atau daya pengampunan itu diperlukan.
    Memaafkan bukanlah tindakan yang dilakukan kadang-kadang saja, melainkan merupakan sikap yang permanen. 
    Sama seperti seorang dokter harus membersihkan luka di tubuh kita dan menjaga agar jangan terkena infeksi supaya dapat sembuh dengan baik. Begitu pula kita harus menjaga kebersihan luka-luka batin kita dari kepahitan supaya luka itu cepat sembuh. 
    Mengampuni adalah antiseptik bagi luka batin kita. Jika kita sudah menerima pengampunan secara cuma-cuma oleh korban Kristus,Tuhan meminta kita memaafkan sesama kita yang bersalah kepada kita. Tetapi itu tidak cukup. 
    Sang Penebus, meminta kita menjadi "agen" penebus yang mendistribusikan kasih dan pengampunan-Nya itu kepada sebanyak mungkin orang. Inilah tugas konseling. Anda dipanggil untuk melatih sesama mengampuni sesamanya. 

PENUTUP

Akhirnya, Menerima Maaf Melegakan Hati. Memaafkan Diri Sendiri itu Sehat. Memaafkan Sesama, itu Ilahi. Melatih Orang Memaafkan, itu Mulia. Membantu Orang Menerima Pengampunan Tuhan, itu memberinya Hidup Kekal.
 
Julianto Simanjuntak
Roswitha Ndraha
LEMBAGA KONSELING KELUARGA KREATIF ~ LK3