Pohon Keluarga, Konflik dan Perselingkuhan

Published on 13 April 2018

Wade, Lana, Rita dan Skip tanpa berpikir panjang bersikap reaktif terhadap satu sama lain; ini adalah pola dalam keluarga yang “melebih-lebihkan dan mempertajam perbedaan".

Sementara konflik berkembang dan perlawanan/pertentangan menjadi semakin keras, anggota-anggota keluarga semakin tersedot dalam pusaran emosi yang menegangkan.

Jika pola seperti ini muncul dalam keluargamu, apa yang bisa Anda lakukan? Jika Anda cukup berani untuk masuk ke dalam gelanggang ketegangan emosi yang tinggi itu serta mengikuti beberapa langkah berikut ini, kemungkinan besar Anda akan bisa melihat interaksi yang lebih tenang, dan lebih positif diantara anggota-anggota keluargamu.

Saran Bagi Konselor

1. Turunkan reaksi-reaksi yang muncul berlebihan terhadap apa yang menjadi keyakinan, perkataan atau perilaku anggota keluarga lainnya, sehingga reaksi itu tidak mengganggu satusatunya orang yang bisa langsung anda perbaiki: dirimu sendiri.

2. Geser pusat perhatian Anda, bukan lagi kepada anggota keluarga lainnya yang masih berperang dengan tegangan tinggi, melainkan perhatikan dan koreksi perasaan-perasaanmu, peranan dan tanggung jawabmu—tidak peduli apa yang diputuskan atau dilakukan yang lain.

3. Kejarlah hubungan langsung dari pribadi yang satu kepada pribadi yang lain: Bicara dan buatlah respon langsung terhadap apa yang disampaikan oleh orang tua atau saudara
kandung, apa yang anda katakan/ komunikasikan, pandangan-pandangan atau tanggapan-tanggapan anda adalah tanggung jawab anda pribadi.

4. Matikan fungsi perantara, yang kehadirannya pasti cenderung memperparah gosip, kesalahpahaman, konflik. Singkirkan apa yang menjadi penghalang-penghalang antara satu sama lain. Keluarga Anda pasti akan jauh lebih tenang dan lebih akrab jika anggota keluarga saling membicarakan secara langsung apa-apa yang menjadi perbedaan mereka.

5. Cari tempat yang teduh di dalam batinmu saat Anda dihadapkan pada perasaan yang sangat dalam; ini adalah kemampuan yang ditunjukkan oleh Wade. Ketenangannya yang
luar biasa saat diserbu habis-habisan oleh anggota keluarganya sendiri memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengeluarkan kemarahan yang terpendam, mereka didengarkan, sehingga akhirnya semua pihak bisa berusaha bekerja memecahkan masalahnya masing-masing dan bergerak maju ke depan.

SEGITIGA PENGHIANATAN

Saat Rita dan Skip mulai bisa bicara langsung dengan sang Ayah, mereka mampu mematahkan segitiga yang sangat berbahaya. Segitiga berbahaya ini terbentuk saat anak-anak berkelompok membuat satu sudut, sedangkan orang tua juga membuat sudutnya masing-masing sehingga keluarga terpecah menjadi tiga sudut berbeda dalam suatu segitiga.

Dalam kasus keluarga Wade, Lana bergabung menjadi satu dalam sudut yang ditempati anak-anaknya sehingga mereka bersama-sama membentuk kubu yang bertentangan dengan Wade.

Karena dari sejak anak-anaknya masih kecil, Lana sudah memberikan respon dingin terhadap Wade di hadapan anak-anaknya dia mengirimkan pesan mematikan kepada anak-anaknya bahwa memihak sang Ayah ayah berarti menentang atau tidak memihak Ibu.

Rita dan Skip sudah sejak lama memutuskan bahwa menjalin hubungan dengan Ayah tidaklah sebanding dengan resiko putusnya hubungan dengan ibu.

Tanpa disadari, Lana dan anakanaknya menyusun strategi menekan Wade. Tetapi formasi dua lawan satu seperti ini, jelas-jelas merusakkan suasana untuk bertumbuh dan pulih. Anak-anak hanya difungsikan sebagai tenaga tambahan untuk meningkatkan respon negatif Lana.

Justru karena semakin disingkirkan baik oleh anak-anaknya maupun isterinya, Wade bahkan menjadi makin bingung, marah dan putus asa—dan hal ini membuatnya merasa
semakin “beralasan”/benar kalau menyakiti keluarganya.

Melucuti Kekuatan Segitiga itu.

Selama ini Rita dan Skip menghindari ayah mereka; sebagian karena hati mereka memang disakiti tetapi sebagian lagi karena menghindari kemarahan Lana. Di salah satu sesi, Wade mengundang Rita dan Skip untuk pergi bersamanya dalam perjalanan bisnis yang terpisah ke New York dan ke California.

Wade akan menambahkan ekstra waktu untuk berjalan-jalan dan berbicara dengan mereka masing-masing. Keduanya menerima undangan untuk bicara langsung dengan ayah mereka, tanpa gangguan siapa pun. Ini yang pertama kali sesudah bertahun-tahun mereka tidak pernah bepergian seperti ini. Setiap anak juga merencanakan waktu untuk berdua saja dengan Lana sehingga bisa membangun hubungan yang lebih sehat dengannya.

Kami merancang peraturan baru mengenai hubungan antara anak-anak dengan ayah dan ibu mereka, serta di antara Skip dan Rita sendiri:

Pertama, Tidak boleh ada gosip atau pembicaraan mendadak tentang anggota keluarga yang lain. Jika salah satu terluka oleh yang lain, maka aturannya adalah: bicara langsung dengan orang yang melukai atau tidak bicara sama sekali. Jika mulai ada gosip, maka yang mendengarkan punya hak dan tanggung jawab untuk menghentikan pembicaraan itu, menolak untuk mendengar atau merespon. Pelaku diberi kesempatan untuk memahami dan memperbaiki kelakuannya tanpa harus ada orang lain dalam keluargayang menjadi teracuni untuk ikut-ikutan melawan dia.

Kedua, Setiap anggota keluarga hanya boleh berbicara mengenai dirinya saja. Tidak ada satu suara yang boleh mewakili semua orang, seakan-akan kesetiaan hanya bisa ditemukan pada orang-orang yang pendapatnya persis sama. Mungkin tidak ada seorangpun yang bisa melakukan dua aturan di atas dengan sempurna. Namun, hubungan
itu memerlukan kesabaran, keberanian, dan perlu dikembangkan—bukan untuk menjadi sempurna—tetapi supaya bisa dipulihkan.

Menumbuhkan Pengampunan

Mengingat rincian peristiwa trauma yang kita alami dan dukacita atas apa yang hilang dari kehidupan kita adalah langkah-langkah penting bagi pemulihan.

Dengan melakukan dua hal itu maka otak kita bisa menyesuaikan dengan fungsi emosinya. Dengan memproses dukacita, kita bisa mengurangi obsesi kita terhadap kenangan
buruk dan mampu lebih baik mengendalikan dan menangani dampak berbagai kepedihan hidup.

Pertemuan keluarga yang terfokus, memberikan peluang kepada Wade, Lana, Skip dan Rita untuk membangun hubungan yang lebih jujur. Mereka memilih untuk menghadapi emosi negatif yang di simpan masing-masing anggota keluarga—kemarahan, melemparkan kesalahan, kecemasan— bersama-sama menggali luka hati masing-masing orang.

Lama kelamaan, terlihat bahwa reaksi negatif yang muncul semakin berkurang. Pengalaman keluarga ini, membuktikan kebenaran-kebenaran yang tersimpan dalam tabel berikut.

RUMUS PENGAMPUNAN

1. Mengakui kesalahan. Wade mengakui perselingkuhannya dan Lana mengakui kebiasaan buruknya yang terpicu oleh penolakan.

2. Menyesal dan minta maaf. Wade menunjukkan kesedihannya karena sudah sangat melukai hati Lana. Lana juga menunjukkan penyesalan karena sudah menolak Wade
untuk waktu yang cukup lama. Pengakuan, penyesalan dan permintaan maaf dari yang bersalah memberikan jalan yang lebih mudah bagi mereka yang harus memaafkan.

3. Semua anggota keluarga menerima berbagai perasaan sakit sebagai akibat dari proses pemulihan.

4. Gambaran rinci tentang kesakitan yang dirasakan oleh para korban memberikan peluang kepada yang menjadi korban untuk merasa terluka dan memberikan pemahaman
kepada yang menyakiti tentang bagaimana besarnya kesakitan yang telah ditorehkannya.

5. Menggali riwayat hidup korban ataupun pelaku, bukan untuk membenarkan apa yang salah akan tetapi untuk menemukan bagamana tindakan melukai biasanya mengalir ke
luar dari orang yang sebenarnya juga telah terluka.

6. Cara pandang baru terhadap kisah keluarga, menyatakan mana cerita yang hanya dilebih-lebihkan, mana kenyataan yang sebenarnya tentang pelaku maupun korban dengan
memperhatikan fakta-fakta serta riwayat mereka.

7. Pembagian kesalahan, tanggung jawab dan belas kasih yang lebih merata dengan menyatakan kebenaran lebih jelas lagi.

8. Berempati kepada mereka yang terluka, entahkah itu korban, pelaku, yang dijadikan kambing hitam, atau pun orang yang dijadikan pahlawan oleh keluarga

 

LEMBAGA KONSELING
KELUARGA KREATIF (LK3)
Ditejemahkan dari Buku
HEALING YOUR FAMILY TREE,
Karya Beverly Hubble Tauke.
Tyndale House Publishers
Untuk pembelajaran komunitas LK3