Konseling

"Pa, Jangan Jadi Motivator!"

Published on 23 September 2016

Awal 2007 saya dan Roswitha mulai dikenal lewat lembaga Layanan Konseling Keluarga dan Karier (LK3) yang kami dirikan sejak 2002 karena bekerja di ladang Konseling yang relatif belum populer saat itu.

Kami rutin mengadakan acara-acara regional maupun nasional yang diminati banyak peserta, termasuk siaran radio dan televisi.

Beberapa teman yang punya modal mendekati kami dan menawarkan bantuan untuk memberi tempat, dukungan dana, dan sebagainya.

Selain itu, buku kami Seni Merayakan Hidup yang Sulit dan Mencinta Hingga Terluka menjadi bestseller, dan dibaca banyak orang dan membuat kami banyak diundang hingga ke 30 Propinsi.

Situasi ini sangat menggoda saya. Sempat terpikir untuk banting stir menjadi motivator, karena ketika itu profesi motivator lagi booming. Sayapun mengajak istri saya, Roswitha bertukar pikiran.

Read more...
 

Mengelola Konflik dalam Keluarga

Published on 10 August 2016

Konflik  dalam  sebuah keluarga itu wajar, bahkan diperlukan untuk membuat pernikahan lebih dinamis. Asalkan setiap pasangan tahu mengelola konflik tersebut dengan baik. Sebab Jika   tidak ditangani dengan baik, dapat membuat perkawinan itu sakit. Sebaliknya jika konflik bisa dikelola, maka perkawinan bisa  bertumbuh dan sehat. Karena itu sangatlah penting bagi suami/istri belajar cara-cara terbaik dalam menangani konflik.

Isu konflik pasutri di ruang konseling paling banyak di seputar persoalan: Uang, Komunikasi, Seks, Pekerjaan, Anak-anak, Keluarga asal, Teman dan karir.

Perbedaan persepsi, skil dan kebiasaan di pelbagai isu itu bisa menjadi pemicu konflik. Karena itu salah satu sifat yang diperlukan untuk mengelola perbedaan itu adalah kelenturan.

Read more...
 

SEKS DAN KEBAHAGIAAN KELUARGA

Published on 29 July 2016

Rado (nama samaran)  suatu hari  konsultasi dengan Penulis. Dia merasa  aneh dengan obsesi seksnya. Dia merasa  lebih  tertarik secara seksual pada  Pekerja Rumah Tangga (PRT) ketimbang istrinya. Dalam percakapan lebih kurang tiga jam Rado mengeluhkan bahwa  dia sama sekali tidak tertarik secara seksual kepada istrinya,  apalagi sejak anak kedua mereka lahir. Ia lebih terangsang bila melihat PRT.  Oleh karena itu dia berusaha dengan segala cara mengajak pembantu mereka berhubungan badan, terutama saat istrinya sedang berada di toko.

Beberapa kali dia berhasil melakukannya dengan dua cara, yaitu memberi hadiah berupa uang dan mengancam. Umumnya semua pembantu yang dia paksa berhubungan seksual, langsung minta keluar. Beberapa tidak berhasil dia lakukan, karena mereka melawan. Namun tak  satupun dari mereka yang pernah diajak tidur oleh Rado  berani melaporkan pengalaman mereka.  Itu sebabnya istri Rado sama sekali tidak mengerti alasan pembantunya minta berhenti.

Read more...
 

Page 7 of 13