Konseling

Mewaspadai Godaan

Published on 24 November 2016

Saya menonton NCIS Cyber pagi ini. Saya memang suka film-film detektif. Tetapi saya tidak bermaksud menceriterakan kasus kriminal yang sedang ditangani Avery dan kawan-kawannya. Saya tertarik pada satu peristiwa yang sebenarnya hanya tambahan saja dalam film ini.

Elijah Mundo, salah satu tokoh NCIS Cyber, entah bagaimana bertemu dengan Nina, seorang pelayan bar. Jika saya tidak salah (karena saya menyalakan TV di tengah film), Mundo ke bar karena pusing dengan penyakit ayahnya. Biasa deh, pelayan bar kan menyapa tamunya. Si tamu yang sedang gundah curhat pada sang pelayan. Entah bagaimana, ketika akan pulang Mundo kehilangan kartu debitnya. Maka dengan baik hati si Pramusaji membayarkan minumannya.

Read more...
 

MENEBUS PERKAWINAN

Published on 16 November 2016

Pasangan tidak minta kita sempurna, tapi menjadi suami/istri sebaik-baiknya - semua itu terjadi dalam proses waktu dan anugerah seumur hidup. JS ~

Menjelang tahun ajaran baru, seorang Ibu terpaksa menggadaikan beberapa perhiasan  kesayangannya. Anak sulungnya harus membayar uang masuk Perguruan Tinggi.  Sementara si bungsu harus masuk SMP. Ibu itu tidak memiliki uang yang cukup.

Dengan  hati yang berat dia menitipkan perhiasan yang sempat dia tabung dari sisa gaji suaminya di kantor pegadaian yang  tak jauh dari rumahnya. Termasuk satu gelang dan anting-anting  warisan almarhum ibunya. Tapi ia bertekad, suatu hari dia harus bisa menebus gelang dan anting warisan almarhum ibunya. Baginya itu sangat berharga, dan penuh kenangan.

Read more...
 

TANTANGAN DAN PELUANG

Published on 14 November 2016

Ladang Konseling Menguning, Siapa yang menuainya?
 
Tahun 2005 saat pertemuan Kongres API (Asosiasi Pastoral Indonesia)  di Salatiga, Saya diundang memberikan seminar, diantara para Pendeta dari pelbagai Kota.  Saat itu seorang peserta bertanya:

 "Pak Julianto, saya heran, kok kantor konsultasi psikologi yang di depan gereja kami  selalu penuh. Sementara di kantor gereja nyaris tidak ada yang datang. Padahal kami sudah mencantumkan jam-jam konseling untuk jemaat. Di Gereja gratis, sedangkan ke psikolog bayar. Apa yang salah?"

Read more...
 

Page 7 of 15