BANDUL KEHIDUPAN

Published on 15 January 2019

Raja Salomo menulis, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun dibawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya." Kehidupan ini seperti main ayunan. Sebentar di atas, lalu ke bawah. Ada sedih, ada senang, sakit-sehat, untung-malang, dan seterusnya.

Hidup kita seperti bandul yang sebentar ke kiri lalu bergerak ke kanan. Masalah sebagian klien kami bukanlah pada besar atau beratnya masalah. Tapi karena mereka tidak siap menghadapi masalah
dalam hidup. Mereka tidak ready menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa menimpa mereka kapan saja. Misalnya, pasangan yang akan menikah lebih banyak membayangkan indahnya pernikahan, tapi tak pernah bersiap menghadapi munculnya masalah yang menyertai perkawinan seperti menghadapi kebangkrutan usaha keluarga atau penyakit berat yang menimpa pasangannya.

Read more...
 

Alasanku Mencintaimu

Published on 08 November 2018

Wita, 27 tahun sudah kita lalui bersama. Banyak kenangan indah di dalamnya. Meski diawali air mata, oleh anugrah-Nya kita menikmati mata air keluarga, bersama kedua putera titipan-Nya.
Konflik tajam di lima tahun pertama pernikahan, sungguh sangat tidak nyaman. Semua itu membuatku nyaris putus asa bahkan menyesali perkawinan kita. Sampai aku sadar, akulah yang harus berubah, bukan terus menerus menuntut atau menyalahkanmu.
Untung aku akhirnya sekolah dan belajar konseling. Meski untuk itu kita harus menghemat karena hanya hidup dari beasiswa. Aku mendapat kesadaran dan ilmu baru, skill menjadi suami dan ayah. Ya, aku belajar "Ilmu Keayahan dan Ilmu Kesuamian". Aku tak pernah menyesal, meski sempat kehilangan gaji dan jabatan.
Sayangku, kau adalah kasih karunia, pemberian istimewa. Aku bangga menjadi suamimu. Teringat saat aku pertama jatuh cinta tahun 1988. Alasanku mencintaimu adalah pribadimu yang penuh perhatian, kesederhanaan dan tulisanmu. itulah yang menggodaku, goresan penamu.

Read more...
 

Apa yang Ada di Tanganmu?

Published on 03 August 2018

"Dengan menulis Kita 'ada' dimana-mana tanpa kemana-mana". Kata Prof. T. Ndraha

Firman Tuhan memberi mandat agar kita memberitakan firman hingga ke ujung bumi (Kisah Rasul 1:8).

Misi tradisional melakukan upaya di atas dengan cara mengirimkan orang, dengan biaya dan pengorbanan yang sangat mahal. Kita bersyukur untuk itu. Tapi kini terbuka satu ladang baru untuk memberitakan kisah hidup, pengalaman, dan Firman dengan cepat, mudah dan hemat. Kita bisa 'ada' dimana-mana tanpa perlu kemana-mana.

Pergi tanpa perlu hadir secara fisik, yakni menulis lewat sosial media.

Read more...
 

Page 1 of 13