Apa yang Ada di Tanganmu?

Published on 03 August 2018

"Dengan menulis Kita 'ada' dimana-mana tanpa kemana-mana". Kata Prof. T. Ndraha

Firman Tuhan memberi mandat agar kita memberitakan firman hingga ke ujung bumi (Kisah Rasul 1:8).

Misi tradisional melakukan upaya di atas dengan cara mengirimkan orang, dengan biaya dan pengorbanan yang sangat mahal. Kita bersyukur untuk itu. Tapi kini terbuka satu ladang baru untuk memberitakan kisah hidup, pengalaman, dan Firman dengan cepat, mudah dan hemat. Kita bisa 'ada' dimana-mana tanpa perlu kemana-mana.

Pergi tanpa perlu hadir secara fisik, yakni menulis lewat sosial media.

Read more...
 

Kampanye Pentingnya Konseling, Keluarga dan Kesehatan Mental

Published on 04 May 2018

Saat LK3 dimulai 16 tahun lalu, profesi Konselor dan Psikolog masih belum populer. Orang masih malu konseling, rasanya seperti aib. Karena Tuhan memberi visi kepada kami “rindu melihat berdirinya satu pusat konseling di setiap kota di Indonesia serta tersedianya pusat kesehatan mental, psikolog, psikiater dan konselor secara merata di tanah air,” maka kampanye konseling menjadi program utama LK3.

Ketika masih kuliah S1 Konseling di UKSW tahun 1989, saya sadar, Indonesia darurat kesehatan mental. Angka gangguan jiwa yang sangat tinggi, 14 persen dari populasi. Sementara pusat konseling, mental hospital, tenaga konselor, psikolog dan psikiater minim. Maka, kami terpanggil melakukan sesuatu untuk mengenalkan pentingnya konseling.

Read more...
 

UNTUK GURU: 6 Respons Murid Yesus terhadap Penderitaan Sang Guru

Published on 13 February 2018

Menjadi Guru adalah panggilan istimewa, panutan murid dalam ajaran dan perkataan. Kita menyiapkan pemimpin dan pelayan dalam semua aspek kehidupan. Tak banyak kita mendapat fasilitas dan penghormatan layak
untuk profesi mulia ini. Tapi karena ini panggilan umumnya kita bertahan, berjuang dan beriman bahwa Allah
mencukupkan kebutuhan kita.

Salah satu masalah dalam hidup guru adalah saat mendapatkan sikap dan respons yang beragam dari para murid. Ada yang menyenangkan, membanggakan tapi tak jarang mengecewakan. Bagaimana kita bersikap?
Ijinkan saya menuliskan refleksi tentang respons para murid kepada Yesus dan sebaliknya.

Read more...
 

Page 1 of 12