Renungan / Catatan Harian

Dari Penginjilan Ke Pusat Hiburan

Published on 21 August 2017

Sebagian kita tanpa sadar meninggalkan panggilan dan kasih mula-mula.

Awalnya sangat kuat mendapat panggilan untuk PI, penggembalaan, dan Pemuridan umat. Jemaat berkembang dengan sehat meski lambat.

Tapi sayang demi mengejar kuantitas, gereja berubah menjadi PHU "pusat hiburan umat". Tanpa sadar meninggalkan roh pekabaran Injil, mengabaikan pemuridan, menyerahkannya kepada siapa saja yang mau. Tanpa peduli kesehatan mental dan pernikahan mereka.

Jemaat bertambah tapi bertumbuh tidak sehat karena lebih banyak makan kotbah siap saji alias fast food dari para pembicara tamu. Sebab gembala harus melayani cabang "ini dan itu".

Read more...
 

Ada Baiknya Ahok Dipenjara

Published on 09 May 2017

Perkembangan politik di Indonesia saat ini sangat suram. Ada gerakan politik dari pengusaha  hitam dan politikus jahat merasa gerah dengan kejujuran Jokowi. Bisnis haram mereka jelas merugi.

Lewat kasus Ahok ada hasrat yang sangat kuat untuk menggulingkan Presiden. Kelompok islam garis keras ikut mendompleng arus ini. Situasi ini juga menguntungkan Anies dan kelompoknya. Juga mantan penguasa Orde Baru dan keluarga berhasat ingin kembali ke panggungnya yang dulu 32 tahun mereka nikmati.

Pintu utk menjatuhkan Jokowi adalah kalau Ahok di vonis bebas, Presiden dianggap tidak pro Islam.

Kalau Ahok bebas di awal, dia bisa dituntut kelompok garis keras, prosesnya sangat berat. Musuh Ahok kadung dibentuk dengan segala cara, termasuk fitnah.  Salah satunya kelompok HTI yang baru saja dibubarkan Pemerintah. Tapi masih ada FPI dsb. Kelompok Amin Rais dan Lulung Cs juga sangat bernafsu memenjarakan Ahok yang Amin Rais hina dengan  "Ahok Pekok".

Read more...
 

Ukuran Kebahagiaan

Published on 28 February 2017

Untuk sukses kita cukup mengandalkan kepandaian, keuletan, dan  punya modal usaha yang cukup. Tapi untuk bahagia, itu tidak cukup. 

Ada orang yang bisa kelihatan bahagia, tapi  mungkin jiwanya menderita. Seperti kata Salomo, "Dalam tertawa hatipun bisa menderita (menangis)."

Bahagia tidak hanya diukur dari kekayaan, kepintaran, atau punya jabatan tinggi. Bahagia terdiri dari unsur-unsur: kecakapan berelasi dan kemampuan hidup berguna bagi sesama. Cakap menanggung masalah dan penderitaan hidup. Unsur penting lainnya ialah mampu mengelola konflik.

Read more...
 

Page 1 of 11