33 HARI...

33 HARI...

Published on 13 January 2017

Akhirnya,

Hari ini kami meninggalkan Los Angeles dan kembali ke Indonesia. Terima kasih untuk banyak teman yang berdoa dan memfasilitasi kunjungan pelayanan kami di US dan Canada selama 33 hari.

Kami disambut hangat Pak Petra Wijaya Liu saat landing di New York, dengan percakapan yang sangat menyenangkan. Thx bu Carla Christianti untuk breakfast yang istimewa.

Kami mendapat kesempatan istimewa melayani lebih dari 1000 umat Gereja BMC yang digembalakan Pdt Lukas Kusuma di Philadelphia dan Cabang New York, dari 7 hingga 10 Des. Dengan tema Mencinta Hingga Terluka dan Seni Merawat keluarga. Jemaat tampak haus mendengarkan Firman Tuhan. Terima kasih juga buat Pdt Lukas Kusuma dan Ibu Shirley Aida yang menjamu kami dengan istimewa, terutama Steak Brazilian NY dengan 42 jenis steak "non stop".

Pdt Hennie Wattimena menjadikan kesan liburan kami menjadi tambah istimewa dì Washington DC membawa kami jalan-jalan ke White House, apalagi ditemani khusus kak Telly Napitupulu. Kami senang bisa memberi seminar SENI MERAYAKAN HIDUP YANG SULIT di Gereja IAPC Marryland 13 Des 16. Colek Pdt Sem Karinda.

Tanggal 15 Des dengan kerinduan yang dalam mengunjungi Putra kami Moze yang kuliah di Dallas Texas, ditemani tante Orchida Ndraha Spruell yang mengambil khusus waktu cuti untuk kami selama di Dallas. Pengorbanan yang menghangatkan iman kami. Juga sahabat kami Rosita Waite dan keluarga yang jauh-jauh mengendarai Mobil dari Arkansas menemui kami di Dallas, fantastik. Thx ya Bro Thomas W. Waite.

Kami bersukacita untuk kesempatan membawa seminar dengan tema SENI MERAWAT KELUARGA di Gereja Living Stone (Baptis) di Dallas Texas yang digembalakan Ps. John Ronny Serworwora dan Magdalena Serworwora tanggal 16 Des 16. Terima kasih telah menjadi Bapa Rohani bagi Putra kami Moze. Kami bersyukur ikut menikmati gedung gereja yang baru dihibahkan untuk Living Stone Church.

Kami pun memulai waktu liburan kami bersama Moze. Dari Dallas kami sengaja menyediakan waktu kembali ke Philadelphia atas undangan sahabat yang sangat spesial di hati kami, Pak Melkysedek Tirtasaputra dan Bu Henny. Pelayanan khotbah dan seminar di NWC Philadelphia yang digembalakan Ps. Beny Krisbianto tanggal 18 Des, sungguh meninggalkan kesan mendalam.

Apalagi tidak kami sangka-sangka Pak Melky memfasilitasi kami bisa menonton Sigh and sound, satu pertunjukan opera yang mendunia di Lancester Pensylvania dengan tema SAMSON. Luar biasa, kami bisa menonton acara ini. Spektakuler! Thx pak, kami juga dibawa mencicipi banyak makanan enak di phila, khususnya makanan Indo. Terima kasih bu Henny AlvinaKrisnadi yang membawa kami menyaksikan Times Square yang mendunia, dengan gigitan coklat Godiva, waw. Moze pun sangat menikmati kebersamaan dengan anak2 Pak Melky.

Tanggal 20 kami menuju New York.

Kami beruntung karena dr Royman Simanjuntak dan Mama Ivana, Duma Glory Aritonang memperkenalkan kami dengan keluarga Oswald Tambunan, pimpinan BNI New York, ah serasa keluarga sendiri. Apalagi anak kami sudah saling mengenal sebelumnya. Mauliate godang ito Minda Uli Aritonang - Tambunan yang mengajak kami melihat patung Liberty yang kesohor, Tugu Peringatan peristiwa 911 dan pusat kota new york yang aduhai, apalagi dinginnya brrrr dan makan di wall street yang dulu hanya tahu dari media. Tgl 20-22 Des.

Pengalaman tak terlupakan adalah tanggal 22 kami menikmati perjalanan kami bertiga dengan Bus (Mega Bus) dari New York menuju Chicago selama 18 jam dalam suasana penuh salju. Kami bersemangat selama perjalanan  mengingat akan bertemu teman lama Antarita Sinulingga yang tidak bertemu lebih 34 tahun. Kami dibantu menikmati kota dengan fasilitas Hotel yang sangat baik.

Kami disambut hangat saat bertemu dengan Peter Setiawan dan Sunny Surya, yang sudah seperti saudara. Rasanya sejak 2002 kami tidak bersua. Kami dilayani dengan hangat dan menikmati kebersamaan dan sharing yang membangun hati kami dengan kedua putri mereka Nicole dan Giselle. Thx membawa kami melihat dari dekat kota Chicago dan makan Pho yang super lezat.

Bersyukur untuk seminar Konseling dan pelayanan minggu IFGF CHICAGO yang digembalakan Ps Adrian. Kami punya kesan khusus kotbah di Chicago, mengingat ini untuk pertama kalinya saya berkotbah dan diterjemahkan langsung oleh Moze Simanjuntak ke dalam bahasa inggris. Kami sangat menikmati pemandangan kota yang penuh salju dengan angin yang menggigit tulang selama di chicago. Juga bisa menghadiri ibadah yang hidup dan interaktif di salah satu gereja terbesar di Chicago yang digembalakan Bill Haybels.

Dari Chicago tanggal 27 Des saya menyempatkan diri ke Toronto, Canada untuk mengunjungi kakak saya Ito Roswita Simanjuntak dan ponakan (Bere) kami Yola Sihombing-Liddell, serta cucu Dunken Liddell. Sementara itu Wita dan Moze langsung ke California. Terima kasih Bu Kristin Sayono dan Pdt. Markus Muljadi Tandadjaja meluangkan waktu sharing dengan Moze dan mamanya.

Nostalgia dengan keluarga Johnny Sihombing di Canada selama tiga hari memberi banyak kesan mendalam. Terima kasih untuk Yola membawa tulang (uncle) mu melihat Niagara Falls yang amat sangat luar biasa menceritakan keagungan Tuhan.

Bersyukur sempat  bernostalgia dengan sahabat lama Pdt. Agus B. Sadewa yang menggembalakan jemaat di Toronto, dan juga beberapa Konseling pribadi di Kota ini.

Yang sangat istimewa adalah 30 Des saya meninggalkan Toronto menuju Los Angeles California disambut di Bandara secara khusus oleh Pdt Paul Gunadi, guru dan mentor saya selama Studi di STTRI (STTRII). Sharing dengan hambaNya ini meninggalkan banyak berkat mendalam. Saat kuliah di STTRII Pak Paul banyak mengubah saya lewat konseling, pengajaran dan cara hidupnya. Terima kasih juga memberi waktu khusus mengajak makan bersama dengan sahabat Dedy Sutendi.

Tak pernah bermimpi, saya bisa bertemu Pdt Musiko (Jubilee Fam) yang pernah menjadi murid saya di SMA Negeri Malang tahun 1984. Juga rekan seperguruan di STT I3. Tinggal di rumah kediaman hambaNya ini Jubilee Fam selama seminggu sungguh membuat kami istirahat dengan nikmat dan diselingi kesaksian istimewa dari Ps Musiko dan Sis Olvie yang menghangatkan jiwa. Pelayanan keluarga termasuk adik Vico, Vita dan Vindy membuat kami nyaman istirahat. Moze juga senang setiap hari bisa masak dan main tennis meja. Apalagi kami dibawa menikmati kota LA, Hollywood dan Rose.

Parade di Pasadena yang fantastik.

Tks kesempatan melayani ibadah minggu dan tahun baru 1 Januari 2017 di In Christ Ministry (ICM) apalagi diterjemahkan oleh Moze dengan tema MENCINTA HINGGA TERLUKA.

REUNI dengan alumni STT I3 di California juga terasa hangat dan istimewa. Senang bisa berbagi pelayanan konseling di Indonesia. Terima kasih Pdt Donal, utk pdt Zacharias Pattimukay yang menjamu kami, Pdt Leo, Pdt Jack, Pdt Rumemper, Pdt Musiko, Ps Manis, dkk alumni.

Terima kasih Pdt Manis Dhaci Mama James yang memfasilitasi sejak tahun lalu agar kami bisa bertemu dengan teman-teman alumni. Terima kasih untuk respons merencanakan Retreat KELUARGA KREATIF bulan Juli 2017 yad di California.

Pengalaman spektakuler lainnya ialah kami bisa mengunjungi Grand Canyon di Arizona. Kami difasilitasi keluarga Veedy & Lydia Suwandy dengan rumah yang nyaman di Kota Las Vegas Nevada.

Hampir saja wisata ke Grand Canyon batal; mengingat semua tur yang kami hubungi penuh, dan tidak ada hotel. Sebab di Vegas lagi ada eksibisi komputer international. Puji Tuhan keluarga pak Veedy Suwandy dan keluarga yang menyediakan kami tumpangan sehingga kunjungan ke Grand Canyon bisa kami nikmati. Terima kasih semua jamuan dan mengajak kami jalan-jalan melihat keunikan Kota Las Vegas dari dekat, dan dialog yang menyenangkan.

Pelayanan kami yang terakhir 8 Jan adalah berkotbah di Gereja GKMI San Bernardino California yang digembalakan Pdt Makmur Halim dan Ibu Manis, ini sungguh memberkati kami. Jemaat yang hangat dan antusias belajar, dengan respon yang menguatkan kami. Terima kasih undangan untuk bisa melayani kembali di GKMI, San Bernardino.

Tak disangka-sangka saudara kami Nikki Makonda menyempatkan diri dari LA mengajak kami makan siang 8 Januari, ah sungguh berkesan meski singkat. Thx Ito Nilan yang memberi informasi.

Hari ini Senin 9 Jan 2017 waktu California US dengan Uber kami menuju bandara Los Angeles LAX yang dipadati ribuan manusia. Terasa sesuatu yang berbeda. Kami harus berpisah dengan Moze karena harus kembali ke Dallas untuk kuliah. Thx ya Ze utk kebersamaan kita.

Selama di US kami hanya bisa rutin menelpon anak sulung kami Jo yang belum berhasil mendapatkan Visa. Sedih dan terasa ada yang kosong setiap jalan, karena anak sulung kami tidak bisa ikut. Semoga Tuhan membuka jalan untuk kesempatan berikutnya untuk si Abang Josephus.

Kami juga senang bisa bertemu meski sebentar di bandara LAX dengan Mama Kara (Inang J Marpaung) dengan perhatian istimewa dan kami diberi oleh-oleh khusus sebelum kami terbang.

Semua ini hanya anugerahNya. Terima kasih untuk semua yang tidak bisa kami sebut namanya satu persatu. Telah menjadi heart warmer kami sekeluarga. Mendoakan & mendukung kami.


Soli Deo Gloria


Julianto Simanjuntak
Roswitha Ndraha

Los Angeles 9 Januari 2017



Visi: Rindu Melihat berdirinya satu pusat Konseling di setiap kota Indonesia; tersedianya mental hospital, psikolog, psikiater dan konselor secara merata di tanah air, thn 2030 ( Julianto dan Roswitha )


Layanan Konseling keluarga dan karir (LK3)