Menikmati Hidup

Published on 19 July 2019

Sang Pencipta meminta kita bersukacita, bergembira dan bersyukur senantiasa. Ya, senantiasa.

Bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan menyayangi diri sendiri dengan baik. Dimulai dengan menghargai harta kita yang paling berharga: HIDUP.

Kata Sang Guru: “Bukankah hidup itu lebih penting dari fasilitas HIDUP?”

Karena itu yang paling penting kita nikmati adalah HIDUP, bukan kebanggaan atau kenikmatan hidup. Juga bukan fasilitas HIDUP.

Bagaimana caranya menikmati HIDUP?

Dengan cara menikmati hal-hal yang secara rutin kita jumpai dan nikmati setiap hari: kota, keluarga, kerja, sahabat, hobi, kesenangan pribadi, komunitas gereja, dsb.

Dengan cara memberi prioritas pikiran, waktu, emosi, uang dsb.

Perlu kita ingat
Semua hal di atas tidaklah selalu bisa kita nikmati, kadang ada tantangan, hambatan dan cobaan. Membuat kita tidak lagi bisa menikmati atau merayakan hidup dengan baik.

Lalu kalau ada masalah apa yang bisa kita lakukan?

Kita bisa melakukan beberapa hal sebagai berikut:
1. Dalam pekerjaan kita bisa mereposisi karier atau mengembangkan sisi baru dari talenta kita.
2. Merekayasa kota atau tempat tinggal, jika ada ketidaknyamanan saat menjalaninya sesehari. Misal jarak kantor dari rumah terlalu jauh, atau jarak rumah ke sekolah anak tidak sehat.
3. Memprioritaskan keluarga, ketika relasi mulai kering dan komunikasi rusak.
4. Menikmati hobi dan kesenangan untuk mengelola stres harian. Apa saja yang menyenangkan, lakukan. Selama tidak membahayakan atau merusak.
5. Menumbuhkan iman dan menambahkan pengetahuan. Karena keduanya menjadi tiang penyangga saat menghadapi persoalan hidup yang pelik. Misalnya menghadapi Anak mulai puber, kebutuhan ekonomi semakin banyak dll.
6. Mengembangkan persahabatan yang sehat, tempat kita bisa berbagi atau curhat.
7. Kembangkan selera humor, belajar menertawakan masalah hidup kita. Mengubah tragedi menjadi komedi.
8. Jika masalah hidup tak kunjung reda bahkan semakin rumit, jangan segan cari bantuan ke profesional helper seperti Konselor, psikolog dan psikiater atau para profesional lainnya yang sesuai pergumulan hidup kita.

Di atas semuanya itu kembali belajar mengandalkan Tuhan, yang berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan HIDUP”.

Semoga catatan harian ini membantu.

Serang, 19 Juli 2019
Julianto Simanjuntak
Penulis Buku SENI MERAYAKAN HIDUP YANG SULIT & MENCINTA HINGGA TERLUKA

17 tahun LEMBAGA KONSELING KELUARGA KREATIF (LK3)
Visi LK3: Satu pusat Konseling di setiap Kota, tersedianya Konselor, Psikolog dan Psikiater secara merata di Indonesia.