Renungan / Catatan Harian

33 HARI...

Published on 13 January 2017

Akhirnya,

Hari ini kami meninggalkan Los Angeles dan kembali ke Indonesia. Terima kasih untuk banyak teman yang berdoa dan memfasilitasi kunjungan pelayanan kami di US dan Canada selama 33 hari.

Kami disambut hangat Pak Petra Wijaya Liu saat landing di New York, dengan percakapan yang sangat menyenangkan. Thx bu Carla Christianti untuk breakfast yang istimewa.

Kami mendapat kesempatan istimewa melayani lebih dari 1000 umat Gereja BMC yang digembalakan Pdt Lukas Kusuma di Philadelphia dan Cabang New York, dari 7 hingga 10 Des. Dengan tema Mencinta Hingga Terluka dan Seni Merawat keluarga. Jemaat tampak haus mendengarkan Firman Tuhan. Terima kasih juga buat Pdt Lukas Kusuma dan Ibu Shirley Aida yang menjamu kami dengan istimewa, terutama Steak Brazilian NY dengan 42 jenis steak "non stop".

Read more...
 

Inkarnasi & Pemulihan Keluarga

Published on 22 December 2016

Natal adalah kisah Inkarnasi Kristus, Allah menjadi manusia. Demikian pesan Filipi 2:5-11.

Bagi Rasul Paulus kisah inkarnasi menjadi pedoman dan motivasi untuk kita bisa hidup bersama secara harmonis, dan menjadi berkat satu sama lain (ayat 5).

Saya sering menggunakan teks ini sebagai refleksi mendampingi klien yang menghadapi konflik, terutama konflik relasi. Inkarnasi menjadi sarana pemulihan bagi klien yang sulit harmonis dengan orang lain, bahkan dengan dirinya sendiri.

Read more...
 

Ibuku, Teladanku

Published on 10 November 2016

Saya terkejut ketika pagi ini menerima whatsapp dari seorang teman. Isinya: Saya diberkati lewat tulisan-tulisan ibu di buku "Merekayasa Lingkungan Anak". Di sana ibu banyak sekali menulis tentang teladan ayah buat keluarga ibu. Lalu, sejauh mana teladan ibu untuk Ibu Wita?

Pertanyaan ini menghentak saya, sekaligus menimbulkan rasa bersalah juga. Teladan apa yang saya pelajari dari kehidupan ibu saya? Apa iya, saya hanya banyak belajar dari papa? Itu membuat saya memikirkan bagaimana mama berperan dalam pembentukan hidup seorang Roswitha.

Sesungguhnya mama dan papa mempengaruhi hidup saya secara seimbang. Malah rasanya mama lebih berperan karena sehari-hari saya bersama mama. Tetapi, memang ada beberapa hal yang menjadi catatan saya soal ini.

Read more...
 

Page 3 of 11